Tugas Softskill :
“METODOLOGI PENELITIAN”
1.
Apa itu Research, Riset atau Penelitian?
Kata penelitian dalam Bahasa Inggris adalah Research. Dari kata ini kita
membuat istilah Riset dalam Bahasa Indonesia. Kata research sering digunakan
untuk mewakili serangkaian kegiatan atau untuk mengartikan sesuatu yang kurang
tepat sehingga perlu diluruskan terlebih dahulu. Untuk memahami apa itu riset
atau penelitian, kita perlu tahu apa yang bukan dikatagorikan riset dan apa
karakteristik riset.
·
Apa yang bukan
dikategorikan riset yaitu :
a. Bukan hanya
mengumpulkan informasi tentang sesuatu atau beberapa hal. Ini namanya pencarian
informasi (information discovery)
b. Bukan
memindahkan fakta dari satu lokasi ke lokasi lain, dengan menghilangkan inti
dari riset yaitu: intepretasi data. Misalnya seorang mahasiswa membuat tulisan
tentang Teknologi Pendeteksi Gempa Bumi yang membutuhkan sumber informasi dari
berbagai macam sumber dan format. Namun demikian karena sifatnya mengkoleksi
data, informasi dari berbagai sumber dan kemudian menyusunnya menjadi sebuah
tulisan tanpa intepretasi data, maka kegiatan yang menghasilkan tulisan ini
bukanlah riset.
c. Bukan mencari
informasi tertentu secara acak. Misalnya kita ingin membeli rumah, kemudian kita mencari informasi-informasi tentang
rumah-rumah yang setipe, harga yang mendekati, lokasi yang bervariasi dan
model-model yang ditawarkan melalui brosur-brosur perumahan untuk menentukan
rumah yang seperti apa yang kita inginkan, sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan
d. Bukan sekedar
istilah untuk menarik perhatian. Beberapa iklan produk menggunakan kata “riset”
untuk menarik perhatian konsumen dan meyakinkan konsumen bahwa produk mereka
bermutu.
·
Karakteristik
Riset
Jika riset
bukanlah 4 hal di atas maka apakah riset itu? Riset adalah proses mengumpulkan,
menganalisis, dan menerjemahkan informasi atau data secara sistematis untuk
menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena tertentu yang menarik perhatian
kita. Sekalipun kegiatan ini dapat saja terjadi untuk hal sehari-hari, tapi
kita fokuskan pada FORMAL RESEARCH yaitu riset yang ditujukan untuk menambah
pemahaman kita terhadap suatu fenomena dan untuk dikomunikasikan kepada
komunitas (dipublikasikan). Tulisan
ilmiah atau biasa disebut juga sebagai karya ilmiah, karya ilmiah adalah
laporan atau tulisan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu
masalah hasil dari data observasi yang berdasarkan actuallity dilapangan maupun
materi. Dimana data-data tersebut dikumpulkan menjadi satu dan dianalisa
berdasarkan kaidah-kaidah sumber yang berkaitan, pada nantinya akan menemukan
suatu titik permasalahan yang akan dibahas maupun diperhitungkan.
Faktor-faktor penunjang adanya suatu
penelitian
1.
Diperlukannya suatu observasi langsung
ditempat kejadian.
2.
Mengumpulkan data-data berdasarkan fakta.
3. Bekerja sama dalam ruang lingkup kejadian untuk menemukan suatu
gagasan yang dapat menyelesaikan masalah.
Pengertian
Penelitian Menurut Para Ahli
Berikut ini merupakan Pengertian
Penelitan Menurut para ahli atau pakar :
Pengertian
Penelitian menurut Hill Way, Diungkapkan didalam
bukunya yang berjudul Introduction to Research, Hill way yang mendefinisikan
bahwa penelitian adalah metode studi yang sifatnya itu mendalam serta penuh
kehati-hatian dari segala bentuk fakta yang dapat dipercaya atas suatu masalah tertentu guna
untuk dapat membuat pemecahan masalah.
Pengertian Penelitian menurut Parson,
penelitian ialah suatu pencarian dari segala sesuatu yang dilakukan dengan
secara sistematis, dengan penekanan bahwa pencariannya yang dilakukan pada
masalah-masalah yang bisa dipecahkan dengan menggunakan penelitian.
Pengertian
Penelitian menurut Donald Ary, Penelitian adalah
suatu penerapan dari pendekatan ilmiah pada suatu pengkajian masalah didalam
memperoleh suatu informasi yang berguna serta hasil yang dapat dipertanggung jawabkan.
Pengertian
Penelitian menurut Woody, penelitian merupakan metode untuk
dapat menemukan sebuah pemikiran yang kritis. Penelitian tersebut juga meliputi
pemberian definisi serta redefinisi terhadap suatu masalah, membuat formulasi
hipotesis / mengadakan uji coba yang sangat hati-hati dari segala kesimpulan
yang digunakan dalam menentukan apakah kesimpulan itu sesuai dengan hipotesis.
2. Ciri-ciri Penelitian
Ciri-ciri dari penelitian secara umum
ialah sebagai berikut:
a.
Bersifat
ilmiah, ialah selalu dapat mengikuti prosedur serta
menggunakan bukti yang
meyakinkan
didalam bentuk fakta yang diperoleh dengan secara objektif.
b.
Penelitian
adalah suatu proses yang berjalan terus-menerus serta
berkesinambungan,
disebabkan
karena hasil dari suatu penelitian selalu bisa untuk disempurnakan.
c.
Memberikan
kontribusi, maksudnya ialah penelitian tersebut harus mempunyai unsur kontribusi
/ nilai tambah. Sehingga harus ada hal baru yang ditambahkan kedalam sebuah
penelitian ilmu pengetahuan yang ada.
d.
Analitis,
yakni suatu penelitian yang dilakukan harus dapat dibuktikan dan diuraikan
dengan
menggunakan metode ilmiah dan ada hubungan sebab akibat antar variabel-variabelnya.
3. Syarat Penelitian
Terdapat 3 syarat terpenting didalam
melakukan suatu penelitian, antara lain ialah sebagai berikut:
1.
Sistematis,
dilaksanakan dengan berdasarkan pola tertentu, dari hal yang paling sederhana
sampai ke yang kompleks dengan tatanan yang baik , hingga tercapai tujuan
dengan secara efektif serta efisien.
2.
Terencana,
dilaksanakan disebabkan karena adanya unsur kesengajaan serta sebelumnya sudah
terkonsep dengan adanyalangkah-langkah pelaksanaannya.
3.
Mengikuti
konsep ilmiah, yakni mulai awal hingga akhir aktivitas
atau kegiatan penelitian megikuti langkah-langkah yang telah ditentukan atau
juga sudah ditetapkan yakni dengan prinsip yang digunakan untuk dapat
memperoleh ilmu pengetahuan.
4. Tujuan
Penelitian
Tujuan dari suatu penelitian antara lain , ialah
sebagai berikut :
1.
Eksploratif (penjajagan) adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk dapat
menemukan pengetahuan yang baru yang sebelumnya belum pernah ada.
2.
Verifikatif (pengujian) adalah suatu penelitian yang tujuannya ialah
untuk melakukan pengujian terhadap suatu teori / hasil penelitian sebelumnya,
sehingga akan dapat diperoleh hasil yang bisa digunakan untuk menggugurkan atau
memperkuat teori dari hasil penelitian yang telah dilakukan
sebelumnya.
3.
Development (pengembangan) adalah suatu penelitian yang tujuannya itu untuk
mengembangkan, menggali serta memperluas lebih didalam sebuah masalah / juga
teori keilmuan menjadi lebih dalam lagi sebagai sarana dalam memecahkan
berbagai persoalan didalam masyarakat.
5. Sikap Seorang
Peneliti
Apa saja Sikap yang harus dimiliki oleh seorang untuk
dapat melakukan peneliti antara lain:
1.
Objektif, yakni seorang peneliti tersebut harus mampu untuk memisahkan antara
pendapat pribadi dengan kenyataan atau fakta yang ada.
2.
Kompeten, yakni seorang peneliti yang baik itu harus mempunayi kemampuan untuk dapat
mengadakan penelitian dengan menggunakan metode serta juga teknik penelitian
tertentu.
3.
Faktual, yakni peneliti tersebut harus mengerjakan sebuah penelitian dengan
berdasarkan fakta atau kenyataan yang diperoleh, bukan dengan berdasakan
harapan, obsesi, atau angan-angan yang sifatnya itu abstrak.
6. Jenis Jenis
Metode Penelitian
1. Metode Historis
Metode historis
merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode historis
bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan
mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan
fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan, seringkali dalam hubungan
hipotesis tertentu. Dengan metode historis, seorang ilmuwan sosial peneliti
historis yaitu orang yang mengajukan pertanyaan terbuka mengenai peristiwa masa
lalu dan menjawabnya dengan fakta terpilih yang disusun dalam bentuk paradigma
penjelasan.
Dengan demikian,
penelitian dengan metode historis merupakan penelitian yang kritis terhadap
keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang
secara teliti dan hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta
interprestasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.
2. Metode Deskriptif
Metode
deskriptif merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode
penelitian deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara
rinci yang melukiskan gejala yang ada, mengindetifikasi masalah atau memeriksa
kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi
dan menetukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama
dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada
waktu yang akan dating
.
Dengan demikian
metode penelitian deskriptif ini digunakan untuk melukiskan secara sistematis
fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini
bidang secara aktual dan cermat. Metode deskriptif bukan saja menjabarkan
(analitis), akan tetapi juga memadukan. Bukan saja melakukan klasifikasi,
tetapi juga organisasi. Metode penelitian deskriptif pada hakikatnya adalah
mencari teori, bukan menguji teori. Metode ini menitikberatkan pada observasi
dan suasana alamiah.
3. Metode Korelasional
Metode
korelasional merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode
korelasional merupakan kelanjutan metode deskriptif. Pada metode deskriptif,
data dihimpun, disusun secara sistematis, faktual dan cermat, namun tidak
dijelaskan hubungan diantara variabel, tidak melakukan uji hipotesis atau
prediksi. Pada metode korelasional, hubungan antara variabel dteliti dan dijelaskan.
Hubungan yang dicari ini disebut sebagai korelasi. Jadi, metode korelasional
mencari hubungan di antara variabel-variabel yang diteliti.
Tujuan metode
korelasi yaitu untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu vektor yang
berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya. Jika pada metode ini, hanya dua
variabel yang dihubungkan, maka disebut korelasi sederhana dan jika lebih dari
dua variabel dihubungkan disebut korelasi berganda. Pada metode ini, pencarian
hubungan (korelasi) antara dua variabel menggunakan koefisiesn korelasi atau
koefisien determinasi.
4. Metode Eksperimental
Metode
eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode
eksperimental merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti
memanipulasi variabel dan meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini
variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa, sehingga variabel luar yang
mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan.
Metode
eksperimental bertujuan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan
memanipulasikan satu atau lebih variabel, pada satu atau lebih kelompok
eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak
mengalami manipulasi. Manipulasi adalah mengubah secara sistematis sifat-sifat
atau nilai-nilai variabel bebas. Kontrol merupakan kunci metode eksperimental,
sebab tanpa kontrol manipulasi dan observasi akan menghasilkan data yang
meragukan.
5. Metode Kuasi Eksperimental
Metode kuasi
eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode
kuasai eksperimental hampir menyerupai metode ekperimental, hanya pada metode
ini, peneliti tidak dapat mengatur sekehendak hati variabel bebasnya.
Metode kuasi
eksperimental mempunyai dua ciri, yaitu sebagai berikut :
(1) peneliti
tidak mampu meletakkan subjek secara random pada kelompok eksperimental atau
kelompok kontrol. Yang dapat dilakukan peneliti adalah mencari kelompok subjek
yang diterpa variabel bebas dan kelompok lain yang tidak mengalami variabel
bebas.
(2) Peneliti
tidak dapat mengenakan variabel bebas kapan dan kepada siapa saja yang
dikendakinya
Referensi :
Lecture.ukdw.ac.id
[PDF]
https://www.seputarpengetahuan.co.id
https://www.gurupendidikan.co.id
https://moondogiesmusic.com
Note : Kelompok 2
1.
Muflihudin ( 23417742 )
2.
Ahmad Najib (
20417344 )
3.
Bilal Ibnu
Salam ( 21417214 )
4.
Lamhot
Evans ( 27417083 )
5.
Tegar Setio ( 26417673 )


