Senin, 20 Januari 2020


Tugas Softskill : “METODOLOGI PENELITIAN”
1.     Apa itu Research, Riset atau Penelitian?
Kata penelitian dalam Bahasa Inggris adalah Research. Dari kata ini kita membuat istilah Riset dalam Bahasa Indonesia. Kata research sering digunakan untuk mewakili serangkaian kegiatan atau untuk mengartikan sesuatu yang kurang tepat sehingga perlu diluruskan terlebih dahulu. Untuk memahami apa itu riset atau penelitian, kita perlu tahu apa yang bukan dikatagorikan riset dan apa karakteristik riset.
·         Apa yang bukan dikategorikan riset yaitu :
a. Bukan hanya mengumpulkan informasi tentang sesuatu atau beberapa hal. Ini namanya pencarian informasi (information discovery)
b. Bukan memindahkan fakta dari satu lokasi ke lokasi lain, dengan menghilangkan inti dari riset yaitu: intepretasi data. Misalnya seorang mahasiswa membuat tulisan tentang Teknologi Pendeteksi Gempa Bumi yang membutuhkan sumber informasi dari berbagai macam sumber dan format. Namun demikian karena sifatnya mengkoleksi data, informasi dari berbagai sumber dan kemudian menyusunnya menjadi sebuah tulisan tanpa intepretasi data, maka kegiatan yang menghasilkan tulisan ini bukanlah riset.
c. Bukan mencari informasi tertentu secara acak. Misalnya kita ingin membeli rumah, kemudian kita mencari informasi-informasi tentang rumah-rumah yang setipe, harga yang mendekati, lokasi yang bervariasi dan model-model yang ditawarkan melalui brosur-brosur perumahan untuk menentukan rumah yang seperti apa yang kita inginkan, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
d. Bukan sekedar istilah untuk menarik perhatian. Beberapa iklan produk menggunakan kata “riset” untuk menarik perhatian konsumen dan meyakinkan konsumen bahwa produk mereka bermutu.
·         Karakteristik Riset
Jika riset bukanlah 4 hal di atas maka apakah riset itu? Riset adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menerjemahkan informasi atau data secara sistematis untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena tertentu yang menarik perhatian kita. Sekalipun kegiatan ini dapat saja terjadi untuk hal sehari-hari, tapi kita fokuskan pada FORMAL RESEARCH yaitu riset yang ditujukan untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena dan untuk dikomunikasikan kepada komunitas (dipublikasikan). Tulisan ilmiah atau biasa disebut juga sebagai karya ilmiah, karya ilmiah adalah laporan atau tulisan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah hasil dari data observasi yang berdasarkan actuallity dilapangan maupun materi. Dimana data-data tersebut dikumpulkan menjadi satu dan dianalisa berdasarkan kaidah-kaidah sumber yang berkaitan, pada nantinya akan menemukan suatu titik permasalahan yang akan dibahas maupun diperhitungkan.
Faktor-faktor  penunjang adanya suatu penelitian
1.  Diperlukannya suatu observasi langsung ditempat kejadian.
2.  Mengumpulkan data-data berdasarkan fakta.
3.  Bekerja sama dalam ruang lingkup kejadian untuk menemukan suatu gagasan yang dapat menyelesaikan masalah.
Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli
Berikut ini merupakan Pengertian Penelitan Menurut para ahli atau pakar :
Pengertian Penelitian menurut Hill Way, Diungkapkan didalam bukunya yang berjudul Introduction to Research, Hill way yang mendefinisikan bahwa penelitian adalah metode studi yang sifatnya itu mendalam serta penuh kehati-hatian dari segala bentuk fakta yang dapat  dipercaya atas suatu masalah tertentu guna untuk dapat membuat pemecahan masalah.
Pengertian Penelitian menurut Parson, penelitian ialah suatu pencarian dari segala sesuatu yang dilakukan dengan secara sistematis, dengan penekanan bahwa pencariannya yang dilakukan pada masalah-masalah yang bisa dipecahkan dengan menggunakan penelitian.
Pengertian Penelitian menurut Donald Ary, Penelitian adalah suatu penerapan dari pendekatan ilmiah pada suatu pengkajian masalah didalam memperoleh suatu informasi yang berguna serta hasil yang dapat dipertanggung jawabkan.
Pengertian Penelitian menurut Woody, penelitian merupakan metode untuk dapat menemukan sebuah pemikiran yang kritis. Penelitian tersebut juga meliputi pemberian definisi serta redefinisi terhadap suatu masalah, membuat formulasi hipotesis / mengadakan uji coba yang sangat hati-hati dari segala kesimpulan yang digunakan dalam menentukan apakah kesimpulan itu sesuai dengan hipotesis.

2.     Ciri-ciri Penelitian
Ciri-ciri dari penelitian secara umum ialah sebagai berikut:
a.       Bersifat ilmiah, ialah selalu dapat mengikuti prosedur serta menggunakan bukti yang
meyakinkan didalam bentuk fakta yang diperoleh dengan secara objektif.
b.      Penelitian adalah suatu proses yang berjalan terus-menerus serta berkesinambungan,
disebabkan karena hasil dari suatu penelitian selalu bisa untuk disempurnakan.
c.       Memberikan kontribusi, maksudnya ialah  penelitian tersebut harus mempunyai unsur kontribusi / nilai tambah. Sehingga harus ada hal baru yang ditambahkan kedalam sebuah penelitian ilmu pengetahuan  yang ada.
d.      Analitis, yakni suatu penelitian yang dilakukan harus dapat dibuktikan dan diuraikan
dengan menggunakan metode ilmiah dan ada hubungan sebab  akibat antar variabel-variabelnya.

3.     Syarat Penelitian
Terdapat 3 syarat terpenting didalam melakukan suatu penelitian, antara lain ialah sebagai berikut:
1.      Sistematis, dilaksanakan dengan berdasarkan pola tertentu, dari hal yang paling sederhana sampai ke yang kompleks dengan tatanan yang baik , hingga tercapai tujuan dengan secara efektif serta efisien.
2.      Terencana, dilaksanakan disebabkan karena adanya unsur kesengajaan serta sebelumnya sudah terkonsep dengan adanyalangkah-langkah pelaksanaannya.
3.      Mengikuti konsep ilmiah, yakni mulai awal hingga akhir aktivitas atau kegiatan penelitian megikuti langkah-langkah yang telah ditentukan atau juga sudah ditetapkan yakni dengan prinsip yang digunakan untuk dapat memperoleh ilmu pengetahuan.

4.     Tujuan Penelitian
Tujuan dari suatu penelitian antara lain , ialah sebagai berikut :
1.      Eksploratif (penjajagan) adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk dapat menemukan pengetahuan yang baru yang sebelumnya belum pernah ada.
2.      Verifikatif (pengujian) adalah suatu penelitian yang tujuannya ialah untuk melakukan pengujian terhadap suatu teori / hasil penelitian sebelumnya, sehingga akan dapat diperoleh hasil yang bisa digunakan untuk menggugurkan atau memperkuat teori  dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
3.      Development (pengembangan) adalah suatu penelitian yang tujuannya itu untuk mengembangkan, menggali serta memperluas lebih didalam sebuah masalah / juga teori keilmuan menjadi lebih dalam lagi sebagai sarana dalam memecahkan berbagai persoalan  didalam masyarakat.

5.     Sikap Seorang Peneliti
Apa saja Sikap yang harus dimiliki oleh seorang untuk dapat melakukan peneliti antara lain:
1.      Objektif, yakni seorang peneliti tersebut harus mampu untuk memisahkan antara pendapat pribadi dengan kenyataan atau fakta yang ada.
2.      Kompeten, yakni seorang peneliti yang baik itu harus mempunayi kemampuan untuk dapat mengadakan penelitian dengan menggunakan metode serta juga teknik penelitian tertentu.
3.      Faktual, yakni peneliti tersebut harus mengerjakan sebuah penelitian dengan berdasarkan fakta atau kenyataan yang diperoleh, bukan dengan berdasakan harapan, obsesi, atau angan-angan yang sifatnya itu abstrak.

6.   Jenis Jenis Metode Penelitian
1. Metode Historis
Metode historis merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode historis bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan, seringkali dalam hubungan hipotesis tertentu. Dengan metode historis, seorang ilmuwan sosial peneliti historis yaitu orang yang mengajukan pertanyaan terbuka mengenai peristiwa masa lalu dan menjawabnya dengan fakta terpilih yang disusun dalam bentuk paradigma penjelasan.
Dengan demikian, penelitian dengan metode historis merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta interprestasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.

2. Metode Deskriptif
Metode deskriptif merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode penelitian deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada, mengindetifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi dan menetukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan dating
.
Dengan demikian metode penelitian deskriptif ini digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat. Metode deskriptif bukan saja menjabarkan (analitis), akan tetapi juga memadukan. Bukan saja melakukan klasifikasi, tetapi juga organisasi. Metode penelitian deskriptif pada hakikatnya adalah mencari teori, bukan menguji teori. Metode ini menitikberatkan pada observasi dan suasana alamiah.

3. Metode Korelasional
Metode korelasional merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode korelasional merupakan kelanjutan metode deskriptif. Pada metode deskriptif, data dihimpun, disusun secara sistematis, faktual dan cermat, namun tidak dijelaskan hubungan diantara variabel, tidak melakukan uji hipotesis atau prediksi. Pada metode korelasional, hubungan antara variabel dteliti dan dijelaskan. Hubungan yang dicari ini disebut sebagai korelasi. Jadi, metode korelasional mencari hubungan di antara variabel-variabel yang diteliti.
Tujuan metode korelasi yaitu untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu vektor yang berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya. Jika pada metode ini, hanya dua variabel yang dihubungkan, maka disebut korelasi sederhana dan jika lebih dari dua variabel dihubungkan disebut korelasi berganda. Pada metode ini, pencarian hubungan (korelasi) antara dua variabel menggunakan koefisiesn korelasi atau koefisien determinasi.

4. Metode Eksperimental
Metode eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode eksperimental merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa, sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan.
Metode eksperimental bertujuan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel, pada satu atau lebih kelompok eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami manipulasi. Manipulasi adalah mengubah secara sistematis sifat-sifat atau nilai-nilai variabel bebas. Kontrol merupakan kunci metode eksperimental, sebab tanpa kontrol manipulasi dan observasi akan menghasilkan data yang meragukan.



5. Metode Kuasi Eksperimental
Metode kuasi eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode kuasai eksperimental hampir menyerupai metode ekperimental, hanya pada metode ini, peneliti tidak dapat mengatur sekehendak hati variabel bebasnya.
Metode kuasi eksperimental mempunyai dua ciri, yaitu sebagai berikut :
(1) peneliti tidak mampu meletakkan subjek secara random pada kelompok eksperimental atau kelompok kontrol. Yang dapat dilakukan peneliti adalah mencari kelompok subjek yang diterpa variabel bebas dan kelompok lain yang tidak mengalami variabel bebas.
(2) Peneliti tidak dapat mengenakan variabel bebas kapan dan kepada siapa saja yang dikendakinya

Referensi :
Lecture.ukdw.ac.id [PDF]
https://www.seputarpengetahuan.co.id
https://www.gurupendidikan.co.id
https://moondogiesmusic.com

Note : Kelompok 2
1.      Muflihudin           ( 23417742 )
2.      Ahmad Najib        ( 20417344 )
3.      Bilal Ibnu Salam  ( 21417214 )
4.      Lamhot Evans      ( 27417083 )
5.      Tegar Setio           ( 26417673 )


                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar